Friday, February 7, 2014

Peduli Petani

JAKARTA — Petani di negara ini masih banyak yang belum beruntung. Sebab itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) mendirikan Agribisnis Development Center Pasir Sarongge di Cianjur, Jawa Barat.

Konser Yofie

JAKARTA — Konser “Yovie and His Friends Irreplaceable Concert” akan digelar 24 September 2013 di Jakarta Convention Center. Konser ini diselenggarakan dalam rangka peringatan 30 tahun perjalanan karir musisi Yovie Widianto. Turut memeriahkan grup-grup music seperti Kahitna, Yovie & Nuno, RAN, Raisa, Alexa, Rio Febrian, Marcell, Andien, 5 Romeo dan juga akan menampilkan artis internasional Rick Price dan Sharon Corr.

Sejahtera Karyawan

    Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai perusahaan terbuka telah memperhatikan dan memberikan jaminan perlindungan atas hak-hak yang harus diterima pekerja dan pensiunannya. Menanggapi aspirasi pensiunan yang masuk, perseroan akan tetap berpatokan pada UU yang berlaku.

Target kredit

   Jakarta - Kendati BI Rate terus naik dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan turun, BRI tetap mematok target penyaluran kredit yang tinggi, yakni sebesar 20 - 22 persen pada tahun 2013. Alasannya, lebih dari 80 persen kredit BRI disalurkan ke sektor UMKM yang memiliki daya tahan tinggi menghadapi gejolak ekonomi.

BRI Tidak Turunkan Target Kredit

BI Rate
Jakarta - Kendati BI Rate terus naik dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan turun, BRI tetap mematok target penyaluran kredit yang tinggi, yakni sebesar 20 - 22 persen pada tahun 2013. Alasannya, lebih dari 80 persen kredit BRI disalurkan ke sektor UMKM yang memiliki daya tahan tinggi menghadapi gejolak ekonomi.
"Meskipun sedang terjadi gejolak, BRI tidak menurunkan target kredit, yakni tetap 20 - 22 persen seperti yang dicanangkan pada awal tahun. Kami optimistis itu bisa tercapai," kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhammad Ali Jumat (13/9) di Jakarta.
Menurut Ali, penyaluran kredit tidak direm karena sejumlah UMKM yang berorientasi ekspor justru sedang menggenjot ekspornya saat ini seiring menguatnya dollar AS. 
"Mereka justru membutuhkan kredit dari bank untuk memproduksi barang-barang ekspor. Ini tentu harus difasilitasi karena ekspor yang meningkat akan mengimbangi defisit neraca pembayaran," ujar Ali.